Tampilkan postingan dengan label kelakuan anak muda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kelakuan anak muda. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Januari 2015

"Bahasa adalah mantra"

"Bahasa adalah mantra"

Kata-kata diatas adalah kepunyaan dosen bahasa Indonesia saya waktu kuliah, bertahun-tahun yang lalu.
Cuman ini yang saya ingat dari perkuliahan beliau, yang lain menguap bersama kegelisahan-kegelisahan masa muda saya. Saya ingat dengan jelas hari itu, saat dia mengatakan kata-kata diatas. Saya duduk dibaris ke 5 undakan paling atas ruang 84 Gd.Pentagon. Ibu Iceu memakai baju hijau kekuning-kuningan ala PNS, dengan scraft warna hitam berbunga merah. Dosen ini bukanlah dosen favorit saya, dia memberi saya nilai B pada mata kuliah ini dimana mayoritas mendapatkan nilai A. Tapi sekarang yang berharga bukanlah nilai-nilai itu, yang berharga adalah mantra yang dia berikan kepada saya.

Mantra adalah bunyisuku katakata, atau sekumpulan kata-kata yang dianggap mampu "menciptakan perubahan".

Jika bahasa adalah mantra, "Perubahan apa yang telah kamu buat?". Perempuan bisa mengucapkan sekitar 20 ribu kata per hari, sementara lelaki sekitar 7 ribu kata per hari. 
"Diantara 20 ribu kata per hari apakah saya telah menciptakan perubahan?".
Rasanya sekarang bukan saatnya bertanya pertanyaan diatas, sekarang saatnya bertindak. "Saya akan melakukan perubahan yang baik, melalui bahasa yang saya miliki!"

Entah dari mana tapi saya percaya "bahasa" akan merubah nasib saya. 
Karena mungkin kamu tidak sadar, sekarang saya sedang memantraimu :)

Senin, 29 September 2014

Gelisah

Keluarga saya adalah keluarga yang gelisah. 
Gelisah pada suasana ekonomi dan politik Indonesia.

Ada lirik bagus dari The Panas dalam tentang Bandung, yang kalau Bandung diganti oleh kata Indonesia (Izin ya ayah Pidi), dapat mewakili saya dan kedua orang tua saya.

Dan Indonesia, bagiku 
bukan cuma, urusan wilayah belaka. 
Lebih jauh dari itu melibatkan Perasaan, 
yang bersamaku ketika sunyi.

Yap Indonesia adalah perasaan untuk kami. 
Orang tua saya membicarakan politik dengan kilatan-kilatan dimata mereka, ada rasa salut kepada para teladan masyarakat, kadang juga ada rasa sebal atau gemas pada drama-drama di Jakarta sana.
Orang tua saya tidak percaya pada politikus, tapi mereka tidak buta politik.
Didalam hati mereka, ada harapan-harapan mengembang tentang Indonesia yang akan jauh lebih baik.
Saya dan jutaan rakyat Indonesia juga punya perasaan yang sama. Sama-sama resah tentang politik. Tapi haruskah kita menutup mata pada politik karena boring dan terlalu berat?

Ada kutipan menarik dari seorang penyair jerman..
Jadi jangan menutup mata pada politik ya..
Karena hanya ada gelap ketika kita menutup mata.


























*Dan bagaimana perasaan saya tentang politik dalam beberapa hari terakhir?
Saya ingin menangis ketika UU Pilkada disahkan DPR.
Juga ingin menangis lagi ketika tahu ternyata UU Pilkada tetap berlaku sekalipun presiden tidak menandatanganinya.
:((((((((

Kamis, 16 Januari 2014

"The 27 Club"

"Usia 27 adalah usia yang special" ~kata teman saya ketika dia menginjak usia 27 tahun.
"Kenapa?"
Kabarnya ada semacam perasaan yang hanya timbul pada usia ini.

Usia 27 tahun, umur yang menurut perspektif normal justru dikategorikan “produktif”, sedang segar-segarnya untuk bergiat melakoni hidup. Hari-hari terasa secepat laju kereta api Shinkansen dan sedahsyat semburan gunung Krakatau. Ruang hampa akan ada dimana-mana, tapi ruang party juga dimana-mana. Ada yang bilang diusia 27 tahun hidup tidak mudah, well kalau dipikir-pikir diusia mana sih yang mudah? Seperti main game, disetiap level pasti ada kesulitan. Paling cuma kadar kesulitan yang membedakannya.

Seperti kekasih, pemikiran-pemikiran akan datang dan pergi. Selama 27 tahun hidup, seharusnya kemahiran berfikir secara kreatif, kritis, positif dan negatif sudah terlatih. Masih merasa gelisah? Wajar. Kegelisahan adalah ciri-ciri anak muda. Masih alay? MAN! Masa itu harusnya berakhir waktu Elo dapet gelar sarjana keleees.

Sekarang saya berusia 27 tahun. Usia yang sama ketika Brian Jones, Alan Wilson, Kurt Cobain, Jimi Hendrix, dan Jim Morrisson tutup usia. Fenomena ganjil “wafat di usia 27″ yang banyak terjadi pada musisi rock oleh pengamat subkultur diistilahkan dengan “27 Club” sebagian menjuluki sebagai “Forever 27 Club”.
Berada menjadi salah satu living legends, dipuncak kejayaan, dielu-elukan fans menjadikan kematian mereka terasa sentimentil. Bahkan Wikipedia punya list khusus "27 Club" untuk para musisi terkenal yang meninggal dunia pada usia ini.

Gambar : http://bit.ly/1dxYAFO
One thing lead to another. Seniman, Entertainer, dan Penulis termasuk pekerjaan dengan tingkat depresi tinggi. Orang-orang kreatif cenderung memiliki tingkat lebih tinggi rentan terhadap gangguan mood. Penyebab kematian pada anggota "Forever 27 Club" ini beragam, yang paling sering ditemui adalah drug overdose, Suicide, Car accident. 

Saya berusia 27 tahun, saya bukan rock star. Saya berharap untuk kamu yang sedang berusia 27 tahun (atau yang akan berusia 27 tahun) have a blessed year ahead! Tetap bertahan hidup! Appreciate more, love more, kiss more, have a party, express yourself more, laugh, run, travel, swim, visit your parents more ;) Breathe, LIVE!

Minggu, 12 Januari 2014

CYBERBULLYING OH CYBERBULLIYING (Tips jika kamu jadi korban cyberbulliying)

Pagi ini saya melihat klip Lorde - Royals di TV. Ony teman sekosan saya tiba-tiba masuk,
"Eh ini si Lorde? yang pacarnya di cyberbully yah?"
Memang betul.. James Lowe adalah korban Cyberbullying.

Lorde, 16, 

Dating Photographer 

James Lowe, 24

Courtesy Of Instagram

Rumor menyebutkan bahwa Lorde pernah mengolok-olok musisi seperti Bibber dan One Direction. Rumor ini sudah cukup mengirim ribuan fans mereka untuk membully Lowe habis-habisan.

Serangan ini tidak hanya soal fisik Lowe yang tidak rupawan, tapi yang lebih buruk adalah mereka mempermasalahkan ras Lowe. Yap, jadi bullying ini berfokus pada jelek & cina!

Ada sebuah klip Lowe yang sedang membacakan satu-persatu kalimat yang mengolok-olok dirinya. Diantaranya "Jika kamu bisa memilih warna kulit, warna kulit apa yang akan kamu pilih?"

Padahal menurut Daily News,  Lorde belum pernah dikutip mengatakan sesuatu yang negatif tentang para penyanyi tersebut. Tidak ada bukti kuat bahwa Lorde pernah mengatakan apa-apa tentang One Direction atau penampilan Bieber.

Ini hanya contoh kecil dari ratusn mungkin ribuan cyberbullying yang terjadi diseluruh dunia. Banyak kasus lain yang berakir dengan korban mengakhiri hidupnya. Masih ingat korban Cyberbullying asal Yogyakarta, Yoga Cahyadi yang menghabisi nyawanya sendiri karena tekanan dan hujatan akibat gagalnya acara musik Locstock Fest 2. Dalam kicawan terakhirnya Yoga mengucapkan "Trimakasih atas sgala caci maki @locstockfest2..ini gerakan..gerakan menuju Tuhan..salam".

Yuk mulai dari kita sendiri, jangan sampai kegiatan kita di sosial media atau di forum lainnya terkait dengan cyberbullying. Misalnya memang pasti gatel banget pengen ikutan mencela celotehannya Farhat Abas di akun @farhatabbaslaw tapi sebenar-benarnya kalau kita tanya pada diri kita sendiri kan sama sekali gak ada manfaatnya. Malah jadinya kita ikut mengsukseskan kegiatan cyberbullying.

Ada dua sisi dalam cyberbullying yaitu sisi pelaku dan sisi korban, nah inilah hal-hal yang bisa kita lakukan kalau kita berada disisi korban: (Dikutip dari beberapa portal informasi sebelah)

1. JANGAN MERESPON! Ini adalah fase yang paling susah. Tapi begitu kita merespon, keadaan akan menjadi juh lebih buruk. 
2. SIMPAN BUKTI! Dengan tidak merespon cyberbully bukan berarti kita hanya diam dan tidak berbuat apa-apa. Segera capture dan simpan pesan, gambar atau materi pengganggu lainnya yang dikirim pelaku. Lalu jadikan sebagai barang bukti saat melapor ke pihak-pihak yang bisa membantu.
3. PUTUSKAN KOMUNIKASI! Blok akun pelaku Cyberbully. Tenangkan diri, jauhi akses dunia maya. Dengan begitu aksi pelaku akan menjadi sia-sia.
4. AJUKAN KELUHAN! Ada fitur "report abuse" pada Facebook dan Twitter, ini dapat membuat si akun pem-bully terblokir. Atau minta bantuan teman-teman untuk bersama-sama mengklik tombol "report as spam" pada Twitter agar si pelaku di-deaktivasi oleh admin Twitter. Jika serangan datang melalui email, kita dapat melaporkannya ke penyedia layanan tempat si pelaku cyberbully mengakses Internet.
5. AMBIL TINDAKAN HUKUM! Jika si pelaku cyberbully sudah berlaku lebih jauh lagi dengan meneruskan serangan dan menjelekkan di forum publik, jangan takut untuk mengambil jalur hukum. Hubungi teman atau orang yang memahami aspek hukum, dan coba bicara dengan mereka, tindakan apa yang tepat. (Sumber tips:Internet Sehat)

Rabu, 12 Desember 2012

Jadi Penonton Yang Baik Untuk Film Yang Baik

Saya ingin membuat filem tentang politik atau jadi kru film tentang itu. Sepertinya keren.
Atau mentok-mentok bikin filem Hantu yg edan serem lah *Non hantu seronok ya*.


Getir juga banyak anak muda sekarang yang ngeliat sebelah mata sama filem Indonesia. Ada temen saya yang anti filem indonesia karena merasa pernah dikecewakan pas nonton filem dalam negri di bioskop. Well well kecewa satu kali tercorenglah semuanya.

Rabu, 18 Juli 2012

Surat untuk Mita yang ada di masa depan :)))))

Dear Mita..
Saya menulis surat ini untuk kamu yang ada di masa depan, HAHA supaya kamu tidak lupa bahwa kamu pernah ada di posisi sebagai pengangguran. Nah berikut saya ingatkan kira-kira seperti apa rasanya tidak punya pekerjaan itu.

(*)Males ketemu tetangga, temen SMA, SMP, SD, dan TK.
(**)Gak punya uang berlarut-larut menjatuhkan saya ke lembah kenistaan.
(***)Watir melihat c mamah yg hawatir takut saya gak dapet2 kerja *dan jodoh* eciee...

Hal di atas gak menyebabkan saya patah arang kok.
YAKIN kalau jodoh di tangan tuhan pasti Dream Job juga di tangan tuhan.
Ingat ya Mit, kamu adalah permpuan dengan cita-cita, fight!
Fokus dengan tujuan hidup, jangan hanya mengalir begitu saja.
Dream need action beybeh :D

Oyah Mit sekedar untuk kenang-kenangan, dibawah ini adalah pas photo yang kamu gunakan untuk melamar kerja:




<==== Apa yang salah geura?
             Cantik
             Rapi
             Lucu
             Look smart *haha...*



Sekian surat dari saya, semoga ada perkembangan pesat di masa depan. 
Didalam hati saya, saya yakin kamu akan menjadi sesuatu yang besar Mit. 
Jangan lupa sama cita-citamu yah.

with love..
Bogor, 17 Juli 2012


Lismita Maya           

Selasa, 28 Februari 2012

Saya tidak se gaul yang dulu! haha!

Saya meng deactive akun Facebook saya beberapa hari ini. Twitter pun saya gembok. Alasannya? Menjemukan! Rasanya cape, tapi gak tau cape karena apa. Seperti memelihara dua hewan peliharaan yang menguras waktu. 

Mendandani mereka dengan foto keren nan lucu. Menambahkan quot-quot labil. Laporan ada di mana, mau ke mana, sedang apa, bersama siapa. Melancarkan sederet #KODE pada orang tertentu atau pada orang yang kita (malu-malu) sukai. Curhat mampus. Berdoa kayak yang benar. Sombong tentang apapun. Menghujat sesuatu, dll. *sadar gak sadar, pasti saya pernah melakukan itu* *dan saya pun (sialnya) membaca itu pada satatus dan twit orang lain*
Ketika saya mentwit, membuat status, me RT, mengomen atau me replay.. selalu ada keinginan, lagi dan lagi dan lagi dan LAGI, AGAIN, AND AGAIN, DEUI, dan terus membuka social network yang bersangkutan. 
Curiosity becomes a heavy hold - Artic Monkey.
Pada FB saya berteman dengan 700an orang yang tidak semuanya saya kenal dengan baik.
bahkan saya punya teman yang namanya "Dheye Holligan rulez celallu chayank vhie" WTF is that?
Saya berteman dengan orang-orang yang saya benci, hanya untuk kesopanan.
Saya men Stalking mantan pacar saya every day and night.. yes yes it's sad.
now its enough!
Untuk beberapa saat mungkin saya tidak akan segaul yang dulu... hehe... Cik nyobain gak punya akun dulu lah:)) toh nenek moyang kita juga bisa survive tanpa itu.. ya kan? YA KAN YAH?


Tidak dipungkiri banyak hal baik jg dari jejaring pertemanan, seperti informasi yg cepat, hangat, aktual, tajam dan terpercaya. Tapi istirahat dulu lah........ :))




*Etapi... kalau 2 hari lg sy ada d twitter jangan d timpukin ya :D*

Pic:http://bit.ly/14Kffjr