Gelisah pada suasana ekonomi dan politik Indonesia.
Ada lirik bagus dari The Panas dalam tentang Bandung, yang kalau Bandung diganti oleh kata Indonesia (Izin ya ayah Pidi), dapat mewakili saya dan kedua orang tua saya.
Dan Indonesia, bagiku
bukan cuma, urusan wilayah belaka.
Lebih jauh dari itu melibatkan Perasaan,
yang bersamaku ketika sunyi.
Yap Indonesia adalah perasaan untuk kami.
Orang tua saya membicarakan politik dengan kilatan-kilatan dimata mereka, ada rasa salut kepada para teladan masyarakat, kadang juga ada rasa sebal atau gemas pada drama-drama di Jakarta sana.
Orang tua saya tidak percaya pada politikus, tapi mereka tidak buta politik.
Didalam hati mereka, ada harapan-harapan mengembang tentang Indonesia yang akan jauh lebih baik.
Saya dan jutaan rakyat Indonesia juga punya perasaan yang sama. Sama-sama resah tentang politik. Tapi haruskah kita menutup mata pada politik karena boring dan terlalu berat?
Ada kutipan menarik dari seorang penyair jerman..
![]() |
Jadi jangan menutup mata pada politik ya..
Karena hanya ada gelap ketika kita menutup mata.
|
*Dan bagaimana perasaan saya tentang politik dalam beberapa hari terakhir?
Saya ingin menangis ketika UU Pilkada disahkan DPR.
Juga ingin menangis lagi ketika tahu ternyata UU Pilkada tetap berlaku sekalipun presiden tidak menandatanganinya.
:((((((((