"Bahasa adalah mantra"
Kata-kata diatas adalah kepunyaan dosen bahasa Indonesia saya waktu kuliah, bertahun-tahun yang lalu.
Cuman ini yang saya ingat dari perkuliahan beliau, yang lain menguap bersama kegelisahan-kegelisahan masa muda saya. Saya ingat dengan jelas hari itu, saat dia mengatakan kata-kata diatas. Saya duduk dibaris ke 5 undakan paling atas ruang 84 Gd.Pentagon. Ibu Iceu memakai baju hijau kekuning-kuningan ala PNS, dengan scraft warna hitam berbunga merah. Dosen ini bukanlah dosen favorit saya, dia memberi saya nilai B pada mata kuliah ini dimana mayoritas mendapatkan nilai A. Tapi sekarang yang berharga bukanlah nilai-nilai itu, yang berharga adalah mantra yang dia berikan kepada saya.
Mantra adalah bunyi, suku kata, kata, atau sekumpulan kata-kata yang dianggap mampu "menciptakan perubahan".
Jika bahasa adalah mantra, "Perubahan apa yang telah kamu buat?". Perempuan bisa mengucapkan sekitar 20 ribu kata per hari, sementara lelaki sekitar 7 ribu kata per hari.
"Diantara 20 ribu kata per hari apakah saya telah menciptakan perubahan?".
Rasanya sekarang bukan saatnya bertanya pertanyaan diatas, sekarang saatnya bertindak. "Saya akan melakukan perubahan yang baik, melalui bahasa yang saya miliki!"
Entah dari mana tapi saya percaya "bahasa" akan merubah nasib saya.
Karena mungkin kamu tidak sadar, sekarang saya sedang memantraimu :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar