Rabu, 08 Agustus 2012

Rumah Kosong Ujung Jalan


Ada sebuah rumah kosong di ujung jalan dekat rumahku, didepannya ada sebuah halaman. Pada siang hari anak-anak sering bermain badminton atau bola di sana. Rumah itu kosong semenjak aku kecil, neneku melarang bermain disekitar rumah itu dan selalu berkata rumah itu ada setannya. Aku yang masih 8 tahun percaya saja, kemudian aku mulai membangun imajinasi-imajinasi mengenai rumah itu.
Bila dirawat rumah itu mungkin bisa jadi rumah yang indah. Didepannya ada sebuah pohon beringin, anak-anak perempuan memasang ayunan disana. Daun-daun pohon beringin berserakan di teras rumah, dua kaca jendela di rumah itu pecah entah karena apa.
Pada sebuah magrib aku melawati rumah itu dengan teburu-buru, langit mendung gerimis mulai turun. Mataku tidak tahan untuk melirik rumah kosong itu.